Minggu, 09 Desember 2018

Menjadi Konservatif Serupa Menyumbangkan Kebodohan Pada Peradaban




Sejatinya islam merupakan agama yang moderat, hal ini tercantum jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu tercantum  bahwa Allah berfirman,:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik kebelakang. Sungguh (pemindaha kiblat) itu sangat berat. Kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha pengasih lagi maha penyayang.” (Al-Baqarah [2]: 143)

Seperti itulah firman Allah yang tercantum dala Al-Quran, dengan begitu saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sejatinya islam bukanlah agama yang konservatif, tertutup dan tak pernah mau menerima pandangan dari pihak manapun. Islam adalah agama yang terbuka, terbuka untuk berdialog dengan dunia luar, berdialog dengan kaum lain, dan tidak berpihak pada pihak manapun baik pihak kanan maupun kiri. Saya juga kemudian tahu bahwa islam adalah agama yang berada di posisi tengah, netral dan tidak memihak siapapun, seharusnya dengan kondisi seperti ini islam dapat dengan mudah menerima arus globalisasi dan perkembangan zaman.

Salah satu kata motivasi yang saya suka adalah “Jangan pernah menyumbang kebodohan pada peradaban, hanya karena kamu tidak membaca”. Saya selalu mengartikan bahwa membaca disini adalah bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca segala instrument yang ada di dunia ini. Membaca keadaan sekitar, membaca situasi, membaca kondisi, membaca perubahan zaman, membaca karakteristik manusia, membaca isu-isu disekitar kita dan membaca segala hal yang ada dunia ini.

Pada faktanya ketika islam berkembang menjadi islam yang konservatif, islam yang selalu menutup mata, menutup pikiran, dan menutup hatinya pada hal-hal yang terus mengalami perkembangan secara signifikan, maka bisa dipastikan muslim yang seperti itu adalah muslim yang menyumbang kebodohan terhadap peradaban islam. Bagi saya paham konservatif  islam inilah yang harus segera dibenahi, karena bagaimana islam mampu berkembang ketika islam terlalu ekstrem dan tidak mau membaca keadaan dunia tidak mau berdialog dengan dunia sedang dunia terus berubah.

Ketika saya membaca sejarah dunia, saya mulai memahami mengapa peradaban barat mampu bangkit dari “Dark Age” (masa kegelapan) yang melingkupinya. Pada masa itu islam berada dalam puncak kejayaanya ketika barat justru terbelakang. Lalu mengapa masa keemasan itu seolah berbalik? Islam yang dahulu jaya seolah redup bila dibandingkan dengan peradaban barat saat ini. Mungkin inilah akibatnya jika islam terlalu konservatif dan tidak mau berubah. Padahal para ulama dan pembaharu terlah menganjurkan kepada umat muslim sejak lama untuk senantiasa behenti bersikap taklid dan membuka lebar pintu ijtihad. Maksud dari para pembaharu itu adalah agar islam kembali pada jati diri aslinya yang bersifat moderat bukan konservatif. Sehingga moderasi islam itu penting.

Menurut saya ketika generasi muda muslim pada saat ini sering berkutat pada gadget yang dimilikinya, dan hobi berselancar di dunia maya juga dunia internet, seharusnya kita jangan langsung mencap bahwa apa yang dilakukan oleh anak itu adalah kegiatan negative dan mencap anak tersebut sebagai cikal bakal generasi malas dan bodoh,. Bagi saya, meng-underestimate kan generasi millennial dan membanding-bandingkannya dengan generasi sebelumnya merupakan suatu tindakan yang tidak benar. Lalu apa hubungannya dengan moderasi islam? Seringkali saya melihat beberapa pemikiran kolot dari orang muslim yang melarang anaknya untuk melek teknologi, hanya karena tidak mau dianggap sebagai muslim yang menggunakan produk yang diciptakan oleh non muslim. Menggunakan produk nonmuslim sama halnya dengan berpihak pada nonmuslim dan mengkhianati islam. Sungguh hal ini berbanding terbalik dengan sifat islam yang moderat, bersikap netral bukan berarti memihak nonmuslim tetapi ketika nonmuslim dapat memberikan pengalaman baru, dan pelajaran baru, apa salahnya untuk bersikap lebih terbuka?

Saya kemudian memperhatikan adik saya yang masih duduk di bangku SMP. Orang tua saya tidak pernah melarang anak-anaknya untuk menggunakan gadget. Dengan syarat tetap ingat pada kewajiban utamanya sebagai anak dan jangan sampai lupa waktu ketika menggunakan gadget, karena itulah diberikan waktu khusus bebas memainkan gadget dalam suatu waktu. Hasilnya, adik saya dapat membuat konten-konten yang menarik di youtube, dapat berkespresi dan berkarya di dunia internet, bahkan mencoba programming dan menemukan hobi baru. Ini menunjukan bahwa generasi millennial muslim dapat diandalkan dan merupakan modal yang baik untuk peradaban islam di kemudian hari. Ketika kita mampu mengembangkan potensi-potensi generasi millennial muslim, tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan tidak meng-underestimate generasi millennial muslim dan tidak melarangnya untuk berkarya hanya karena objek yang dia gunakan untuk berkaraya merupakan ciptaan kaum nonmuslim.

Dengan pengetahuan agama kuat ditunjang dengan pengetahuan sains, sosial yang juga sama kuat. Islam dapat mencapai kejayaanya kembali dalam peradaban. Penyebarluasan informasi agama islam dapat lebih mudah diakses, kita juga dapat membuat dunia takjub dengan islam ketika kita mampu berkarya di depan mata dunia.

Poin utama yang harus kita perhatikan untuk berkarya adalah dengan menjadi pintar, untuk menjadi pintar kita harus senatiasa membaca. Membaca apapun itu, membaca segala hal yang ada di dunia, entah itu membaca  buku, membaca situasi, membaca kondisi, membaca zaman, membaca perubahan teknologi, membaca dunia secara terbuka. Muslim bisa melakukan hal ini, genarasi millennial dapat diandalkan dalam memajukan peradaban islam, untuk itu kaum muslim jangan berhenti membaca dan jangan menyumbangkan kebodohan terhadap peradaban hanya karena kaum muslim konservatif dalam artian tertutup pada dunia di luar islam, dan tertutup pada perkembangan zaman yang terus berkembang. Karena sejatinya islam itu moderat, maka kita harus kembangkan lagi moderasi islam dan siap untuk bersaing di era globalisasi.

Menjadi Konservatif Serupa Menyumbangkan Kebodohan Pada Peradaban

Sejatinya islam merupakan agama yang moderat, hal ini tercantum jelas dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu tercantum  bahwa Allah berfirman,:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik kebelakang. Sungguh (pemindaha kiblat) itu sangat berat. Kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha pengasih lagi maha penyayang.” (Al-Baqarah [2]: 143)

Seperti itulah firman Allah yang tercantum dala Al-Quran, dengan begitu saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sejatinya islam bukanlah agama yang konservatif, tertutup dan tak pernah mau menerima pandangan dari pihak manapun. Islam adalah agama yang terbuka, terbuka untuk berdialog dengan dunia luar, berdialog dengan kaum lain, dan tidak berpihak pada pihak manapun baik pihak kanan maupun kiri. Saya juga kemudian tahu bahwa islam adalah agama yang berada di posisi tengah, netral dan tidak memihak siapapun, seharusnya dengan kondisi seperti ini islam dapat dengan mudah menerima arus globalisasi dan perkembangan zaman.

Salah satu kata motivasi yang saya suka adalah “Jangan pernah menyumbang kebodohan pada peradaban, hanya karena kamu tidak membaca”. Saya selalu mengartikan bahwa membaca disini adalah bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca segala instrument yang ada di dunia ini. Membaca keadaan sekitar, membaca situasi, membaca kondisi, membaca perubahan zaman, membaca karakteristik manusia, membaca isu-isu disekitar kita dan membaca segala hal yang ada dunia ini.

Pada faktanya ketika islam berkembang menjadi islam yang konservatif, islam yang selalu menutup mata, menutup pikiran, dan menutup hatinya pada hal-hal yang terus mengalami perkembangan secara signifikan, maka bisa dipastikan muslim yang seperti itu adalah muslim yang menyumbang kebodohan terhadap peradaban islam. Bagi saya paham konservatif  islam inilah yang harus segera dibenahi, karena bagaimana islam mampu berkembang ketika islam terlalu ekstrem dan tidak mau membaca keadaan dunia tidak mau berdialog dengan dunia sedang dunia terus berubah.

Ketika saya membaca sejarah dunia, saya mulai memahami mengapa peradaban barat mampu bangkit dari “Dark Age” (masa kegelapan) yang melingkupinya. Pada masa itu islam berada dalam puncak kejayaanya ketika barat justru terbelakang. Lalu mengapa masa keemasan itu seolah berbalik? Islam yang dahulu jaya seolah redup bila dibandingkan dengan peradaban barat saat ini. Mungkin inilah akibatnya jika islam terlalu konservatif dan tidak mau berubah. Padahal para ulama dan pembaharu terlah menganjurkan kepada umat muslim sejak lama untuk senantiasa behenti bersikap taklid dan membuka lebar pintu ijtihad. Maksud dari para pembaharu itu adalah agar islam kembali pada jati diri aslinya yang bersifat moderat bukan konservatif. Sehingga moderasi islam itu penting.

Menurut saya ketika generasi muda muslim pada saat ini sering berkutat pada gadget yang dimilikinya, dan hobi berselancar di dunia maya juga dunia internet, seharusnya kita jangan langsung mencap bahwa apa yang dilakukan oleh anak itu adalah kegiatan negative dan mencap anak tersebut sebagai cikal bakal generasi malas dan bodoh,. Bagi saya, meng-underestimate kan generasi millennial dan membanding-bandingkannya dengan generasi sebelumnya merupakan suatu tindakan yang tidak benar. Lalu apa hubungannya dengan moderasi islam? Seringkali saya melihat beberapa pemikiran kolot dari orang muslim yang melarang anaknya untuk melek teknologi, hanya karena tidak mau dianggap sebagai muslim yang menggunakan produk yang diciptakan oleh non muslim. Menggunakan produk nonmuslim sama halnya dengan berpihak pada nonmuslim dan mengkhianati islam. Sungguh hal ini berbanding terbalik dengan sifat islam yang moderat, bersikap netral bukan berarti memihak nonmuslim tetapi ketika nonmuslim dapat memberikan pengalaman baru, dan pelajaran baru, apa salahnya untuk bersikap lebih terbuka?

Saya kemudian memperhatikan adik saya yang masih duduk di bangku SMP. Orang tua saya tidak pernah melarang anak-anaknya untuk menggunakan gadget. Dengan syarat tetap ingat pada kewajiban utamanya sebagai anak dan jangan sampai lupa waktu ketika menggunakan gadget, karena itulah diberikan waktu khusus bebas memainkan gadget dalam suatu waktu. Hasilnya, adik saya dapat membuat konten-konten yang menarik di youtube, dapat berkespresi dan berkarya di dunia internet, bahkan mencoba programming dan menemukan hobi baru. Ini menunjukan bahwa generasi millennial muslim dapat diandalkan dan merupakan modal yang baik untuk peradaban islam di kemudian hari. Ketika kita mampu mengembangkan potensi-potensi generasi millennial muslim, tentunya langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan tidak meng-underestimate generasi millennial muslim dan tidak melarangnya untuk berkarya hanya karena objek yang dia gunakan untuk berkaraya merupakan ciptaan kaum nonmuslim.

Dengan pengetahuan agama kuat ditunjang dengan pengetahuan sains, sosial yang juga sama kuat. Islam dapat mencapai kejayaanya kembali dalam peradaban. Penyebarluasan informasi agama islam dapat lebih mudah diakses, kita juga dapat membuat dunia takjub dengan islam ketika kita mampu berkarya di depan mata dunia.

Poin utama yang harus kita perhatikan untuk berkarya adalah dengan menjadi pintar, untuk menjadi pintar kita harus senatiasa membaca. Membaca apapun itu, membaca segala hal yang ada di dunia, entah itu membaca  buku, membaca situasi, membaca kondisi, membaca zaman, membaca perubahan teknologi, membaca dunia secara terbuka. Muslim bisa melakukan hal ini, genarasi millennial dapat diandalkan dalam memajukan peradaban islam, untuk itu kaum muslim jangan berhenti membaca dan jangan menyumbangkan kebodohan terhadap peradaban hanya karena kaum muslim konservatif dalam artian tertutup pada dunia di luar islam, dan tertutup pada perkembangan zaman yang terus berkembang. Karena sejatinya islam itu moderat, maka kita harus kembangkan lagi moderasi islam dan siap untuk bersaing di era globalisasi.


Label:

Asslamualaikum Calon Imam, Novel Religi dari Dunia Orange



Assalamualaikum wr..wb


Anyeong Yeorobunn…..

Okey, Kali ini aku bakal berbagi sedikit review aku tentang novel yang baru-baru ini aku baca…
          Novel yang saya review adalah novel berjudul “Assalamualaikum Calon Imam” yang pertama kali publish di wattpad. Dan saya…. gak sempet baca di wattpad, hehehe J. Ngomong-ngomong soal wattpad, meskipun sekarang wattpad sudah dikenal secara luas oleh para pengguna media sosial, ada sebagian orang juga yang masih belum tahu apa itu wattpad. Jadi disini saya mau bahas sedikit tentang wattpad. Wattpad adalah sebuah aplikasi yang menyediakan fasilitas bagi seorang pengguna untuk membaca karya-karya dari para pengguna akun wattpad lain, selain itu penulis juga bisa menulis karyanya  baik itu berupa nonfiksi maupun fiksi dengan beragam genre.
          Dulu sih waktu pertama saya buat akun wattpad kira-kira tahun 2013-2014 deh, (saya juga lupa). Para pengguna wattpad cenderung hanya menjadi seorang pembaca, (contohnya saya). Maka dari itu para penulis akan dengan mudah mendapatkan reader di karyanya. But, sekarang? Hampir semua pengguna akun wattpad itu pasti menulis sehingga dampaknya para penulis wattpad akan berlomba-lomba mendapatkan reader. Kalau udah gini sih, ya orang-orang macam sayalah yang pada akhirnya merugi. Udah menjadi pengguna akun wattpad sejak zaman purba, tapi kalah sama pengguna akun wattpad newbie yang karyanya udah naik cetak bahkan dijadiin film. Dan penyesalan itu datang terlambat, lalu apa salahnya? Salahnya adalah karena kita tidak pernah mau memulai.. memulai menulis hehehe.
          Back to the topic!
Judul Buku   : Assalamualaikum Calon Imam
Penulis         : Ima Madaniah
Penerbit      : Coconut Books
ISBN           : 978-602-6940-90-2
Terbit         : Cetakan pertama Oktober 2017
Harga          : Rp 94.000,-

Nah itulah sedikit synopsis yang dimuat di cover belakang buku. Memang setelah membacanya sekilas, kisah yang dimuat di dalam buku ini cukup mainstream dan sering sekali dijadikan sebagai tema dalam beberapa novel. Namun, meskipun tema seperti ini sering sekali diangkat menjadi cerita dalam sebuah novel, tentunya tidak akan mengurangi minat pembaca untuk membacanya. Apalagi jika penulisnya mampu mengolah cerita menjadi sebuah cerita yang menarik.
Dan benar saja Ima sebagai penulis yang masih baru dan usianya pun masih sangat muda, menurut saya dia cukup ciamik dalam mengolah alur dan bahasa sehingga saya sendiri tidak merasa bosan untuk membacanya. Bahkan novel setebal 476 halaman ini dapat saya selesaikan dalam waktu satu hari.
Dalam novel ini, Ima menceritakan tentang kehidupan tokoh utama yang bernama Nafisya Kaila Akbar. Nafisya atau sering dipanggil dengan sebutan Fisya ini merupakan seorang remaja muslimah yang solehah,pintar,  taat beribadah, dan sangat islami. Namun dibalik semua kelebihan yang dimiliki Fisya, dia hanyalah remaja biasa yang juga memiliki luka akibat trauma yang ia tanggung sejak kecil. Yaitu, karena perpisahan yang terjadi diantara kedua orang tuanya.
Trauma inilah yang menjadi poin utama cerita, dimana Fisya tumbuh menjadi gadis yang takut untuk jatuh cinta, gadis yang takut bila lelaki pada akhirnya nanti akan menyakiti hatinya seperti ayahnya yang menyakiti hati ibunya. Fisya juga memendam rasa terhadap sahabat sejak kecilnya, namun kisah cinta masa kecilnya pun harus kandas karena sahabatnya itu menikah dengan kakaknya.
Di tengah keterpurukan Fisya terhadap masalah yang bertubi-tubi menghampiri kehidupannya datanglah Dokter Alif dosen galak yang tertarik kepada Fisya dan melamar Fisya secara tiba-tiba. Tentu saja lamaran dari Dokter Alif ini tak pelak membuat Fisya kaget karena pada dasarnya Dokter Alif yang juga merupakan dosennya ini, selalu bersikap ketus padanya, lalu tiba-tiba melamarnya? It’s Impossible, But kalau di dunia fiksi yang beginian bikin kita melayang-layang. Jadi begitulah kelanjutannya meskipun diawal Fisya menolak, ujung-ujungnya karena beberapa permasalahan yang terjadi Fisya menerima lamaran Dokter Alif dan merekapun menikah. (Pengumuman, Adegan beginian cuman ada di novel dan drama korea jangan terlalu berharap).
Selanjutnya disinilah emosi para pembaca mulai di aduk-aduk. Dokter Alif sukses membuat para pembaca histeris dan membayangkan akan memiliki calon imam yang seperti Dokter Alif. Bagaimana tidak? Dokter Alif ini digambarkan sosok  yang sangat tampan, mapan, romantic, kaya, perfect, bapakable, pelukable, jangan lupa karena ini novel islami tentu saja Dokter Alif ini soleh dan imam idaman banget ahhh pokoknya telalu sempurna.
Tapi ya, begitu meskipun seharusnya kehidupan pernikahan Fisya dan Dokter Alif itu berjalan lancar, pasti ada masalah yang menghadang sehingga mengakibatkan mereka harus bercerai. Dan diakhir akhir saya mewek… Diibaratkan lagi naik rolle coaster, baca Assalamualaikum calon imam juga bikin kita naik turun. Naik saat mereka romantic ala islami dan turun hingga dasar banget pas mereka bikin saya mewek.
Kalau untuk kekurangannya sih hanya karena jalan cerita yang mainstream dan di beberapa part ada bagian cerita yang bahasanya diulang-ulang tapi untuk ukuran penulis baru dan di usia yang masih sangat muda novel ini udah bagus banget. Jadi kalua menurut saya sih kekurangannya udah ketutup sama kelebihannya…
So, kesimpulannya kalian harus baca novelnya Ima ini. Biar kalian rasakan apa yang kurasa…
Oh ya, jangan lupa juga novel ini akan segera di filmkan! Sipain uang dan siapin tissue juga kayanya, karena kemunkinan bakalan mewek di bioskop!

Bonus…. Quotes di novel Assalamualaikum Calon Imam!

“Jika kamu merasa jatuh maka bangkitlah, jika kamu merasa bangkit maka bersujudlah. Turn to Allah before you Return to Allah.”
“Penantian itu akan selalu berakhir, entah karena dipersatukan atau karena dipisahkan.”
“Tetaplah menjadi Aisyah meski taka da lagi pria seperti Muhammad. Belajarlah mencintai seperti Fatimah meski tak ada lagi pria sebaik Ali.”
“Akan ada selalu orang yang mebuatmu bersedih, dan akan selalu ada Allah yang mebuatmu tertawa.”
“Aku meminta agar ada seorang pria yang baik diantara yang paling baik yang mampu menjadi imamku nanti. Membuat imanku sempurna dan mampu menuntunku sampai Jannah-Nya.”


Label:

Puisi

Dreams

Hold fast to dreams (Pegang erat mimpi-mimpi)
For if dreams die (Jika mimpi-mimpi itu mati)
Life is a broken-winged bird (Hidup itu seperti sayap burung yang patah)
That cannot fly. (Yang tidak bisa terbang)
Hold fast to dreams (Pegang erat mimpi-mimpi)
For when dreams go (Untuk ketika mimpi-mimpi itu pergi)
Life is a barren field (Hidup itu seperti tanah tandus)
Frozen with snow. (Membeku karena salju.)

Langston Hughes

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dreams

Dreams are fleeting, (Mimpi itu cepat berlalu,)
Dreams break free from this world,  (Mimpi membuka kebebasan dari dunia)
Dreams make a poor man powerful, (Mimpi membuat kuat lelaki lemah,)
Dreams live in sleep, (Mimpi hidup dalam tidur,)
Dreams create visions of hopes and fears,  (Mimpi membuat padangan dari harapan dan rasa takut,)
Dreams are more powerful than thoughts,  (Mimpi itu lebih kuat dari pada pemikiran)

Dreams make you scream,  (Mimpi membuat mu berteriak,)
Dreams make you believe,  (Mimpi membuat mu percaya,)
Dreams send you far away, (Mimpi mengirim mu jauh,)
Dreams make you want more and more, (Mimpi membuat mu ingin lagi dan lagi,)
Dreams are what you need,  (Mimpi itu apa yang kamu butuhkan,)
Dreams are not merely fantasies but real, (Mimpi itu bukanlah hanya fantasi tetapi nyata,)

If only someone would put them into actions,  (Jika hanya seseorang meletakannya pada tindakan,)
Dreams could be reality, (Mimpi bisa menjadi kenyataan,)

Do you dream a simple world? (Apakah kamu memimpikan dunia yang sederhana?)
Do you dream a tough world? (Apakah kamu memipikan dunia yang susah?)
Do you dream at all?  (Apakah kamu memimpikannya semua?)

Stewie Johnson

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

What Is Hope?

What is hope................. (Apa itu harapan...................)
What hope means (Apa arti harapan)
Hope is bright shining light which keeps darkness at bay (Harapan itu  cahaya terang yang menjaga kegelapan teluk)
Hope is the gentle cold breeze on a hot summer day (Harapan itu angin sepoi-sepoi di musim panas)
Hope is to remain positive when going gets tough (Harapan itu tetap positif ketika mulai kuat)
Hope is seeking more when others think you had enough (Harapan itu memccari lagi ketika yang lain berfikir cukup)
Hope is dreaming of tomorrow (Harapan itu memimpikan hari esok)
Hope is simmering under sorrow (Harapan itu membara dalam duka cita)
Hope is sparkles when tears in our eyes (Harapan itu cahaya ketika air mata di mata kita)
Hope is a beautiful thing & beautiful things never dies (Harapan itu hal yang indah dan hal yang indah tidak akan mati)
What hope means (Apa arti harapan itu )
Hope is as light as a feather (Harapan itu seringan bulu)
Hope keeps all of us together (Harapan menjaga kita bersama)
Hope is ubiquitous and free of cost (Harapan itu ada dimana-mana dan gratis)
Hope is the last thing ever lost..... (Harapan itu adalah hal terakhir yang pernah hilang....)

Andy Falkenburg

Label:

Zombie Bernuansa Drama Keluarga

Haloo.... postingan pertama blog saya, review tentang film Korea yang lagi jadi perbincangan hangat di Korea.. Film Train To Busan!!!


Film ini bercerita tentang virus zombie yang mewabah ke seluruh Seoul dengan begitu cepat. Gong Yoo sang pemeran utama adalah seorang ayah yang akan mengantar anaknya ke Busan pada ibunya dengan naik kereta, di awal nonton  menurut aku Gong Yoo  beneran nyebelin, aku agak kesel juga awalnya kok ada ya bapak kaya gitu cuek banget sama anaknya tapi seiring berjalannya alur semua pendapat aku luntur dengan mudahnya karena air mata aku pecah di menit-menit akhir cerita.
Ok, balik lagi. Saking cepatnya virus ini mewabah penumpang kereta jurusan Seoul-Busan nggak sadar bahwa di luar virus sudah hampir mengenai seluruh penduduk kota Seoul. Jadi para penumpang ini enjoy aja tenang tanpa beban, di dalam kereta ada suami istri bahagia yang istrinya lagi hamil besar diperankan oleh Jung Yu Mi dan Ma Dong Seok, lalu ada dua sahabat yang sebenarnya saling suka tapi belum bisa mengungkapkan perasaannya masing masing diperankan oleh Choi Woo Shik dan Sohee, dan pastinya ada peran antagonis yang nyebelin luar biasa dia adalah ayahnya Oh Yeon Joo di drama W Two World.
Nah tanpa basa basi film ini langsung mulai mencekam dengan datangnya seorang gadis yang udah kegigit kakinya dari luar kereta. Gadis ini berusaha untuk menyumbat virus menjalar ke tubuhnya dengan mengikat kakinya kuat kuat. Tapi nihil ternyata virus itu menjalar sangat cepat hingga akhirnya dia berubah jadi zombie dan ngegigit pegawai kereta cewek lalu adegan saling gigitpun beraksi sampai hampir dari semua penumpang terkena virus.
Film ini memang gak semenjijikan film zombie dari barat lainnya kaya World War Z nya Brad Pitt. Tapi kalau soal mengaduk aduk emosi dan perasaan aku kasih nilai 9 dari 10 aslinya aku banyak nangis disini. 
Di akhir cerita, penumpang yang selamat hanya ada dua orang yaitu Jung Yu Mi sang ibu Hamil dan anaknya Gong Yoo!!! Iya! Gong Yoo juga jadi zombie huhuhu sedih banget dimana harus liat orang orang baik pada mati dan mengorbankan dirinya demi orang yang disayang. Beda banget sama film zombie lain dimana yang selamat adalah yang terhebat di film ini yang selamat adalah orang yang disayang dan mati matian dilindungi.
Scene keren menurut aku adalah scene dimana nenek yang liat sahabatnya jadi zombie karena keegoisan orang-orang yang mementingkan diri sendiri membuka pintu gerbong zombie jadi semua orang itu di serang sama zombie termasuk nenek itu sendiri yang mengorbankan dirinya. Ya, persahabatan sampai tua gitu, mana mungkin rela ngebiarin orang-orang jahat pada selamet apalagi orang yang udah bunuh temenya secara gak langsung. 
Scene paling ngebetein yang aslinya bikin greget adalah setiap scene munculnya bapak Oh Yeon Joo aslinya pengen ngebuang tuh muka aki aki ke got. Hidup mulu beneran kesel orang jahat malah susah banget mati!  
Scene paling sedih? banyak! tapi aku cuman akan sebutin tiga aja..
1. Scene dimana Ma Dong Seok yang udah kegigit nyuruh istrinya yang lagi hamil pergi, dan dia menghadang semua zombie. Tapi sebelum itu dia bilang ke istrinya kalau dia sayang banget sama istrinya. Disitu istrinya pergi sambil liat suaminya dengan nangis aslinya kalau aku jadi dia entahlah udah bakal kaya gimana liat suami yang sebaik itu harus mati digigitin zombie di depan mata.
2. Scene nya Choi Woo Shik si anak baseball yang suka sama sahabatnya Sohee. disini So Hee digigit sama zombie gara-gara di umpanin sama bapaknya Oh Yeon Joo uhhh aslinya pengen bunuh tu orang kerjaannya cuman mentingin diri sendiri. Ok lanjut, Choi Woo Shik yang liat Sohee digigit langsung meluk Sohee yang mulai terserang virus sambil nangis kenceng menyesakkan hati Woo Shik gak pergi dan terus meluk Sohee hingga akhirnya So Hee jadi zombie dan gigit Woo Shik juga yang pasrah digigit sama orang yang dia sayang... aslinya baper aku disini.
3. Scene ini nih puncaknya dimana Gong Yoo digigit sama bapaknya Oh Yeon Joo yang udah jadi zombie paahal dia udah hampir mau selamat karena berhasil meloloskan diri dari lautan zombie yang ngejar ngejar kereta. Setelah Gong Yoo digigit dia bisa ngalahin bapaknya Oh Yeon Joo dan ngelempar tuh aki jauh jauh, disini Gong Yoo langsung masukin anaknya ke dalam gerbong sama Jung Yu Mi yang lagi hamil. Gong Yoo meluk anaknya terus pergi keluar gerbong ninggalin anaknya dan di detik detik dia mau berubah jadi zombie dia keinget sama momen momen dimana ankanya lahir dan dia begitu bahagia lalu dia langsung lompat dari kereta dan anaknya jerit jerit nangis liat bapaknya yang mati aslinya aku nangis sesenggukan liat scene ini.

Ya pokoknya aku rekomendasikan kalian nonton film ini nggak akan nyesel karena filmya bagus dan penuh pesan moral banget!! makasih....

Label: